Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Friday, July 01, 2016

KBNU Way Kanan Dirikan Posko Mudik Islam Rahmatan Lil Alamin

AktivisInspiratif, Way Kanan - Sebagai partisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung akan mendirikan posko mudik Lebaran atau Idul Fitri 1437 H pada H-3 di Gedung PCNU, Jalan Lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu. Keputusan tersebut diambil berdasarkan musyawarah Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor.
Ansor Way Kanan Dirikan Posko Mudik Islam Rahmatan Lil Alamin
Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (30/6) mengatakan, Anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Kecamatan Banjit dipimpin Wakasatkorcab Ponimin dibantu Banser Baradatu akan bertugas di posko tersebut.

Musyawarah dihadiri Sekretaris Eko Wahyudi, Bendahara Abdullah Candra Kurniawan, Wakil Ketua Widyo Kuncoro, Heri Amanudin, Hasyim Asyari, Kasatkorcab Banser Alex Almukmin, Wakil Sekretaris Edi Sugianto, Sekretaris Dewan Penasehat Supri Iswan, Kasatkoryon Banser Pakuan Ratu Eko Sugianto.

"Kendati pelaksana di lapangan ialah GP Ansor melalui Banser. Nama posko tersebut bukan atas nama Ansor, tapi atas nama KBNU. Keputusan tersebut sudah kami sampaikan pada Ketua PCNU KH Nur Huda. Dan Insya Allah pada pembukaan posko diawali buka bersama dengan Bupati Raden Adipati Surya yang pada pertemuan di PCNU menyatakan siap berbuka bersama dengan jajaran pengurus PCNU dan Gerakan Pemuda Ansor di posko mudik," kata Gatot.

Pemantapan pembentukan posko mudik selanjutnya dilakukan di PAC Ansor Banjit sembari buka puasa bersama di tempat Ketua Ansor Banjit Yudi Hutri Winata.

Posko mudik Islam Rahmatan Lil Alamin KBNU Way Kanan menyediakan tempat untuk sholat,  istirahat, MCK serta menyediakan minuman seadanya bagi pemudik atau yang hendak menuju pulau Jawa pasca Lebaran. "Kebutuhan pemudik ialah istirahat. Jadi, kami utamakan hal tersebut," demikian Gatot Arifianto.

Friday, June 24, 2016

Pemula Way Kanan : Masyarakat Harus Lebih Peduli Dengan Sesama

Way Kanan, AktivisInspiratif - Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam atau Pemula Way Kanan Lapung menggelar buka puasa bersama yang bekerjasama dengan Yayasan Panti Asuhan Al Madinah, Desa Tanjung Raja Sakti, Kecamatan Blambangan Umpu Way Kanan, Jumat (24/6).
Jajaran Pengurus Pemula Way Kanan Foto Bersama Ketua Yayasan
Panti Asuhan Al Madinah, Tanjung Raja Sakti, Way Kanan.

Ketua Pemula Way Kanan Asep Mukmin menjelaskan, Pemula didirikan pada akhir Desember 2014 lalu, dan saat ini sekitar satu tahun enam bulan berdiri dengan tujuan utamanya peduli lingkungan, baik lingkungan hidup, masyarakat, kesehatan, hingga pendidikan.
Hingga saat ini anggota aktif tercatat sebanyak 30 orang.

"Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan juga bisa menjadi motivasi bagi kita untuk saling berbagi kepada sesama, terutama bagi yang kurang mampu," kata dia.

Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Way Kanan itu berharap agar masyarakat lebih peduli dengan sesama, terutama bagi para pemuda yang semangatnya masih berkobar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Madinah, Kaia Abdul Mukti mengatakan buka puasa bersama di Al Madinah ini merupakan yang ketiga kalinya, kemarin dari kolam pemancingan ningsilan, kedua dari rumah makan mandiri yang baru dilaksanakan kemarin sore, dan hari ini dari kawan-kawan pemula, yang mana tujuan utamanya yakni silaturahmi dan menyantuni anak yatim.

Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum Desa Bandar Sari Kecamatan Way Tuba, Way Kanan Lampung, Kiai Muhammad Syahri Abtamim.

"Kegiatan yang dilakukan para pemuda yang tergabung dalam pemula ini merupakan kegiatan positif, menyantuni anak yatim, menyantuni fakir miskin serta memelihari lingkungan.
Saya sangat bangga jika ada pemuda yang peduli terhadap agama, alam sekitar dan lingkungan," ujarnya.

Kegiatan seperti ini, demikian Kiai Syahri melanjutkan, sangat penting dan sangat positif, lihat adik-adik kita jadi korban karena sesuatu yang negatif dan akhirnya mengorbankan mereka.
Masih ingat dengan ceritanya yuyun yang di televisi, masih dalam usia berapa tahun, tapi apa yang terjadi kepada mereka?

"Itu adalah bukti bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini sangat penting untuk memprioritaskan ahlak anak bangsa," pugkasnya.

Saturday, April 09, 2016

Ketua Ansor Way Kanan Motivasi PMR Madya dan Wira

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto
memotivasi anggota PMR Madya dan Wira di daerah itu.
Dok Ansor Way Kanan  Foto Fitria Wulandari
Way Kanan  - Bertempat di SMKN 1 Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Way Kanan Lampung menggelar pelatihan bagi sekitar 50 anggota Palang Merah Remaja (PMR)  Madya (setara SMP) dan Wira (setara SMA) daerah itu mulai Jumat (8/4) hingga Ahad (10/4).

     "Habisnya pisau karena dua hal, diasah dan berkarat karena didiamkan. Anggota PMR sebagai kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan pada bidang kesehatan dan siaga bencana, sepantasnya menjadi pisau yang habis diasah karena bermanfaat," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Ahad (10/4).

     Penggiat Gusdurian di Lampung itu melanjutkan, hidup berikut perbuatan sebagaimana berada di depan cermin, jika tersenyum, cermin akan menampakkan refleksi tersenyum, jika cemberut, cermin juga memberikan refleksi cemberut.

     "Berpikir dan berbuat positif diorganisasi sosial seperti PMR tidak ada ruginya, teman-teman akan menjadi pisau yang habis karena diasah, memberi makna dan manfaat dalam kehidupan. Publik akan menilai dengan jujur perilaku baik sepertihalnya cermin memberikan refleksi ceria jika kita ceria," ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu pula.

     Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu diminta PMI Way Kanan memberikan motivasi, wawasan mengenai pemimpin dan kepemimpinan serta komunikasi kepada anggota PMR dari sejumlah SMP dan SMA sederajat di daerah dipimpin Bupati Raden Adipati Surya.

     "Fastabiqul Khairat. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Pepatah bijak China mengajarkan, 'jadilah kita satu lilin yang bisa menyalakan seribu lilin', itulah tugas harus dilakukan teman-teman sebagai calon-calon pemimpin bangsa ini. Regenerasi suatu bangsa tidak akan berhasil jika generasinya hanya suka mengeluh dan tidak memiliki optimistis," tuturnya lagi.

     Karena itu, lanjut dia, anggota PMR Way Kanan sebagai calon-calon pemimpin harus menanamkan sikap optimistis, jangan pesimistis dan terpengaruh pada hal-hal negatif diberikan orang.

     "Nama saya Gatot, orang bilang 'gagal total', tapi saya tidak mau terpengaruh dan harus melawannya. Karena itu, saya memotivasi diri jika Gatot adalah 'gemilang total'. Teman-teman juga harus melakukan demikian, jika ada yang memberikan hal negatif, maka lawan dengan sesuatu yang positif," ujar Gatot.

     Dalam skala penilaian 5 sangat memuaskan, 4 memuaskan, 3 baik sekali, 2 baik dan 1 cukup meliputi pemberian motivasi pada peserta, pencapaian tujuan kegiatan, penguasaan materi, penggunaan metode dan pemanfaatan media serta cara penyampaian materi, skala penilaian 5 diberikan peserta kepada alumni Susbanpim II PP GP Ansor itu sejumlah 75, lantas 4 sebanyak 55, lalu 3 berjumlah 44, kemudian 2 sebanyak 15 dan 1 sejumlah 11. 

Sunday, March 06, 2016

Fatayat Goes To School Penyuluhan Yang Menyenangkan Bagi Pelajar

PC Fatayat NU Way Kanan bersama Pelajar SMKN 1 Pakuan Ratu
Way Kanan, SLO  - Perilaku penyimpangan sosial dikalangan pelajar akhir-akhir kerap kali terjadi tawuran, narkoba, pergaulan bebas mengarah ke sex bebas, minuman keras serta penyakit sosial lainya, menjadi masalah yang semakin serius dihadapi bangsa. Anak sebagai pewaris masa depan bangsa, harus diingatkan, tentang bahaya prilaku menyimpang tersebut mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Way Kanan Lampung Sosialisasikan bahaya sex bebas di SMK 1 Pakuan Ratu, Sabtu (5/3).

PC Fatayat Way Kanan yang merupakan organisasi perempuan NU merasa ikut memberikan kepedulian melalui pendidikan sosial terhadap pelajar dengan memberikan penyuluhan yang menyenangkan pada sekolah-sekolah di tingkat SMA atau sederajat lainnya.

"Kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap pergaulan anak-anak yang saat ini cenderung melakukan pergaulan yang terlampau bebas, sehingga banyak anak-anak mengalami dampak buruk baik psikologi maupun perkembangan anak tersebut. Bahkan rentan mengalami kekerasan, khususnya terhadap anak perempuan. Ini jelas berakibat fatal bagi generasi yang akan datang, bahkan agama pun jelas melarang pergaulan yang kebablasan," ujar Rosmalia Resma Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Way Kanan di Blambangan Umpu, Senin (7/3).

Upaya sosialisasi bahaya perilaku menyimpang khususnya pergaulan bebas yang mengarah ke sex bebas melalui pendidikan, digagas Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Way Kanan dengan mengusung program kegiatan yang bertajuk "Fatayat Goes To School" dengan penyuluhan yang menyenangkan bagi siswa menengah atas di Kabupaten Way Kanan.

"Ini bentuk kepedulian sosial Fatayat dan merupakan program kerja pengurusan kami dengan Fatayat Goes To School akan memberikan dampak yang baik dan selalu waspada akan prilaku yang menyimpang," pungkasnya.

PMI Way Kanan Gelar Pendidikan dan Pelatihan Tingkat PMR

Way Kanan, SLO - Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan Lampung menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) Relawan PMI pada tingkat Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 2 Negeri Agung, Sabtu (5/3).

Diklat tersbut bertujuan untuk meningkatkan jumlah unit kelompok PMR, meningkatkan kualitas anggota, meningkatkan keterampilan hidup sehat, serta meningkatkan pemahaman dan menerapkan pengetahuan palangmerah.

Dengan tema "Investasi Sosial Untuk Membangun Bangsa" diharapkan bagi para alumni pelatihan dapat meneruskan ilmu yang didapat di lingkungan sekolah masing-masing (peer educator), sehingga pelatihan tersebut dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi perkembangan PMI Kabupaten Way Kanan khususnya dan PMI pada umumnya.

Peserta diklat menerima pelajaran sesuai kurikulum yang ditentukan, menanyakan tetantang materi pelajaran yang belum dimengerti, menanggapi dan memberi saran terhadap materi pelatihan, mendapat sertifikat kelulusan bila yang bersangkutan berhasil menyelesaikan pelatihan / pendidikan, mendapatkan fasilitas pelatihan seperti : referensi pelatihan, konsumsi dan akomodasi, memberikan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan, berpartisipasi aktif dalam upaya pencapaian tujuan pelatihan serta membuat rencana tindak lanjut dan atau menindaklanjuti hasil pelatihan.

Agung Rahadi Hidayat selaku sekretaris PMI Kabupaten Way Kanan mengatakan, "PMI membekali anggota PMR keterampilan hidup dasar yakni Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, pertolongan pertama, kesehatan remaja, sanitasi dan kesehatan, kesiapsiagaan bencana, kepemimpinan, dan donor darah sukarela. Keterampilan tersebut dapat membekali diri remaja untuk terampil dan menjadi pendidik remaja sebaya dilingkunganya," ujarnya  di Negeri Agung, Sabtu (5/3).

Dalam menyelenggarakan diklat, PMI memobilisasi fasilitator kabupaten untuk memfasilitasi kegiatan, serta mengadakan narusumber yang berkompeten yakni Pengurus PMI Kabupaten Way Kanan dan Pelatih Spesialisasi yang telah tersertifikasi.

Senada dengan Agung, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMA N 2 Negeri Agung Wachid Al Ghasi mengatakan, "Kelembagaan sekolah kami menyambut baik kegiatan diklat bagi PMR oleh PMI Kabupaten Way Kanan, diharapkan Anggota PMR dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan dibidang sosial dan kesehatan, mudah-mudahan kemampuan tersebut dapat diaplikasikan di sekolah dan masyarakat. baik untuk dirinya maupun orang lain," ujarnya.

"Remaja yang sehat dan terampil akan lebih berkontribusi membangun bangsa melalui investasi sosial," ujar Agung lagi.

Friday, March 04, 2016

Sebagai PTNU UIM Memiliki Kepedulian Membangun Bangsa Indonesia


Sejahterakan Desa, UIM Teken MoU dengan Kemensos

Makassar, SLO - Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa menandatangani kesepakatan kerja sama bidang kesejahteraan masyarakat dengan salah satu perguruan tinggi NU, Universitas Islam Makassar (UIM), Jumat (4/3), di Four Point Hotel Makassar, Sulawesi Selatan.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan pada Rapat Koordinasi Nasional Sinkronisasi Data Kemiskinan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Rektor UIM Majdah M Zain Agus AN mengungkapkan, sebagai perguruan tinggi NU, UIM memiliki kepedulian untuk ikut serta membangun bangsa Indonesia.

"Dalam pencapain visi misi UIM, kami telah merumuskan 7 misi dengan konsep ‘Hijrah ilal Qaryah’ atau Membangun Desa untuk Bangsa, pelaksanaan Bina Desa UIM dilandasi 7 pilar, yang kemudian diberi nama "NUUIMTA" yang memiliki arti nasionalisme, umat, ilmu, mental, terampil, dan akhlak," Ujarnya.

Sementara itu, Khofifah mengatakan, saat ini  Kemensos RI telah melaksanakan MoU dengan 14 kampus di seluruh Indonesia dan Univeristas Islam Makassar merupakan kampus yang ke-15. MoU tersebut, katanya, untuk menyinergikan sumber daya yang ada untuk pengembangan Model Desa Sejahtera Mandiri.

"Di sisi lain MoU ini bertujuan untuk mempercepat keberhasilan peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa agar memiliki keswadayaan, partisipasi, dan kesetiakawanan sosial," tambahnya

Tampak menyaksiskan penandatanganan MoU ini Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang, Wakil Rektor IV UIM Muammar Bakry, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Ketua PW Muslimat NU yang juga Direktur Pascasarjana UIM Nurul Fuadi, pejabat Kemensos, dan seluruh bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota, se-Indonesia Timur.

Sumber : nu.or.id . Foto . Ist

Thursday, March 03, 2016

Ansor Berhasil Himpun Dana Untuk Penderita Tumor Tulang Rahang

dari kiri ke kanan anggota Ansor Dian Firasta,
Kepala  Kampung Panengahan dan sepupu Tasrini Teguh Yuwono
saat penyerahan dana donasi untuk penderi tumor tulang rahang
Way Kanan, SLO - Ketua PC GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto didampingi Andreas Natalis Sapta Aji dari Pemuda Katholik dan Dian Firasta dari Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan) yang juga Ansor menyerahkan dana donasi Rp8,9 juta untuk Tasrini penderita tumor tulang rahang, warga Kampung Panengahan Kecamatan Negeri Agung, Kamis (3/3).

     Menurut Gatot, dana berhasil dihimpun dari situs donasi dan menggalang dana (fundraising) untuk inisiatif, dan program sosial kitabisa.com sejumlah Rp8.793.261 dan selanjutnya dibulatkan menjadi Rp8,8 juta. Namun menjelang keberangkatan menuju tempat Tasrini mendapat tambahan Rp100 ribu, sehingga total diserahkan Rp8,9 juta.

     "Penyerahan dana donasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab terhadap para donatur, lahir batin tidak ada tendensi apa-apa, murni dan murni kepedulian sosial bagi sesama," ujar Gatot yang juga penggiat Gusdurian di Lampung itu lagi.

     Setelah dilepas Pj Bupati Albar Hasan Tanjung 15 Februari 2016, Tasrini bertolak menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), di Jakarta, untuk menjalani pengobatan atas penyakitnya.

     "Sementara ini Anak-anak Tasrini ikut neneknya, lalu Tasrini ditampung di Yayasan Kanker Indonesia. Kemudian biaya dikenakan untuk Samidi, suami Tasrini  yang mendampingi pengobatan setiap hari Rp35 ribu, sudah termasuk makan, kami sangat terbantu. Terima kasih banyak kepada media, Ansor dan para donatur yang berkenan membantu keluarga kami," ujar Teguh sepupu Tasrini.

    Dokter, demikian Teguh, yang menanganiTasrini menyatakan jika penyakit tersebut merupakan kasus terparah yang pernah ditangani, sehingga membutuhkan tempo untuk kesembuhannya, diperkirakan sekitar enam bulan, tambah Teguh yang sempat mendampingi Tasrini di RSCM.

     Senada Teguh, Hasanudin juga menyampaikan terima kasih atas penyerahan dana donatur yang disampaikan untuk warganya itu.
    "Terima kasih kami sampaikan kepada media, Ansor dan semua pihak yang ikut serta memikirkan warga kami. Semoga apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan mendapat balasan setimpal dari Allah," ujar Hasanudin.

Ansor dan Pokjawan Way Kanan Salurkan Donasi Untuk Tasrini

Penyerahan dana donasi digalang Ansor dibantu Pokjawan
untuk Tasrini penderita tumor tulang rahang
     Way Kanan, SLO - Kegagalan menutup mata dari persoalan kemanusiaan merupakan suatu kebahagiaan, demikian disampaikan Ketua PC GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto usai menyerahkan dana donasi Rp8,9 juta untuk Tasrini, warga Kampung Panengahan Kecamatan Negeri Agung.

     "Persoalan kemanusiaan seperti dialami Tasrini tidak layak dilihat dari sudut pandang suku hingga agama. Aji dari Pemuda Katholik ini rajin share kampanye penggalangan dana sosial untuk Tasrini melalui media sosial.
Karena itu, kami akui, jika gagal menutup mata terhadap persoalan kemanusiaan, namun itu membahagiakan sehubungan bisa membantu sesama kendati kecil," ujar Gatot di Blambangan Umpu, Kamis (3/3).

     Didampingi Andreas Natalis Sapta Aji dari Pemuda Katholik dan Dian Firasta dari Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan) yang juga Ansor, dana donasi tersebut diserahkan kepada sepupu Tasrini, Teguh Yuwono, disaksikan Kepala Kampung Penengahan Hasanudin dan sejumlah warga setempat.

    "Kami hanya menyalurkan hati, kepedulian para donatur yang dihimpun dari website kitabisa.com," ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu lagi.

    Menurut Gatot, dana berhasil dihimpun dari situs donasi dan menggalang dana (fundraising) untuk inisiatif, dan program sosial kitabisa.com sejumlah Rp8.793.261 dan selanjutnya dibulatkan menjadi Rp8,8 juta. Namun menjelang keberangkatan menuju tempat Tasrini mendapat tambahan Rp100 ribu, sehingga total diserahkan Rp8,9 juta, demikian Gatot Arifianto.

Sunday, February 21, 2016

Edi : HPSN Tidak Hanya Cukup Untuk Diperingati

Pelajar dan santri Al Falakhussa'adah ramiakan HPSN di Way Kanan
Way Kanan, SLO - Sebanyak 310 relawan dari Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi), santri, pelajar SMP dan SMA Al Falakhussa'adah turun tangan membersihkan daerah sekitar tempat belajar mereka, dalam Aksi Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional atau HPSN 2016.

   Hipsi Way Kanan Lampung dan Gusdurian berkomitmen mengedukasi santri Pondok Pesantren asuhan Kiai Zaenal Ma'arif yang berada di Kampung Tanjung Serupa, Kecamatan Pakuan Ratu.

      Ketua PC Hipsi Way Kanan Edi Sugianto di Pakuan Ratu, Minggu (21/2) menegaskan, peringatan HPSN tidak hanya cukup untuk diperingati.

    "Tidak cukup juga tutur setuju bahwa sampah adalah sebuah masalah, tapi diwujudkan dalam bentuk nyata, yaitu bergerak sebagai salah satu bentuk edukasi awal bagi siswa-siswi dan santri untuk sadar terhadap lingkungan, mengingat mereka adalah bagian dari generasi peradaban, generasi terdekat yang akan mewarisi, mendiami dan hidup di bumi ini," kata Edi.

     Menurut dia pula, begitu banyak hal yang telah alam berikan kepada manusia sehingga sudah seharusnya manusia menjaga dan merawat alam itu sendiri.
"Manusialah yang paling bertanggungjawab terhadap alam, karena manusialah yang paling banyak mendapatkan manfaat dari alam. Sudah saatnya kita dekat dan bersahabat dengan alam. Mari budayakan hidup bersih, hidup sehat dan hidup tanpa sampah," imbau Edi kepada puluhan santri dan pelajar yang turut meramaikan aksi sosial Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020".

     "Kita harus memastikan bahwa gerakan bersih patut di mulai dari diri sendiri untuk dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Jika bukan penduduk bumi lalu siapa lagi?" ujar Wakil Bendahara PC GP Ansor Way Kanan itu lagi.
   
Ia pun berharap, aksi nasional tersebut menjadi ruh bagi kesadaran pribadi masing-masing sebagai manusia, masyarakat, penduduk dan khalifah di bumi.

     "Kita mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang. Kalau semua sadar diri dan bergerak serta tergerak hatinya maka visi Indonesia bebas sampah 2020 dapat tercapai. Sampah bukan masalah, namun malah bisa menjadi berkah kalau kita bisa memperlakukannnya dengan bijak. Itulah yang akan Hipsi lakukan kedepan bersama Gusdurian untuk  menindaklanjuti gerakan HPSN 2016 ini, yakni, mengedukasi santri, pelajar dan masyarakat bagaimana cara memanfaatkan sampah dengan baik dan benar," demikian Edi Sugianto.

Ramaikan HPSN Way Kanan, Ansor Way Tuba Helat Lomba Cipta Tandu Darurat

Agung Rahadi Hidayat, Ketua PAC Ansor Way Tuba
  Way Kanan, SLO - Aksi sosial Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" yang digalang PAC GP Ansor Way Tuba bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia setempat, diramaikan dengan Lomba Cipta Tandu Darurat.

    "Aksi ini meliputi operasi semut memungut, memilah, dan menampung sampah dengan berjalan kaki sejauh 1500 meter. Tujuannya memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dan mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat dan mewujudkan prestise diri yang baik. Kegaiatan ini bersifat partisipatif masyarakat  sebagaimana Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah," ujar Ketua PAC GP Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat, di Way Tuba, Minggu (21/2).

    Target relawan beraksi dalam kegiatan tersebut 100 orang. Namun pada pelaksanaannya diikuti 157 relawan. Aksi yang dimulai pukul 06.30 - 12.00 WIB tersebut dipusatkan di Kampung Bukit Gemuruh Kecamatan Way Tuba.

    "Pesertanya terdiri dari Palang Merah Remaja (PMR) Mula SD N 1 Bukit Gemuruh, PMR Madya SMP N 4 Way Tuba, PMR Madya SMPN 5 Way Tuba, PMR Wira SMA Bima Suci, PMR SMK N 1 Blambangan Umpu, Sukarelawan PMI, PAC GP Ansor Way Tuba dan juga pemerintah Kampung Bukit Gemuruh," ujar Sekretaris PMI Way Kanan itu pula.

    Kegiatan pasca bersih-bersih sampah  dilanjutkan dengan Lomba Cipta Tandu Darurat PMR Se-Kabupaten Way Kanan. Kegiatan ini adalah pembinaan PMR dengan meningkatkan keterampilan anggota palang merah remaja.

    Ada tiga tujuan, Agung menambahkan, dalam pelaksanakan kegiatan ini, PMI Way Kanan berkomitmen melaksanakan pembinaan relawan dan PMR, melaksanakan Tri Bakti PMR yang salah satunya meningkatkan keterampilan hidup sehat, lalu ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dengan ikut peduli mengelola sampah sebagai bentuk adaptasi perubahan iklim dimana bencana saat ini terjadi lebih banyak karena bencana ekologi, pungkasnya.

HPSN Way Kanan 2016 Berlangsung di Beberapa Kecamatan

Bupati Way Kanan Provinsi Lampung Raden Adipati Surya
Way Kanan, SLO - Aksi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 di Kabupaten Way Kanan berlangsung di beberapa Kecamatan yakni, Blambangan Umpu, Pakuan Ratu, Negara Batin, Way Tuba, dan Gunung Labuhan.

Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya turut hadir dalam aksi bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dan membacakan deklarasi.

    "Kami siap untuk bersama-sama, mengurangi, memilah, dan meletakkan sampah pada tempatnya. Lalu mengelola sampah secara bertanggung jawab. Dan aktif berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pemerintah," kata Adipati membacakan deklarasi, di Blambangan Umpu, Minggu (21/2).

Di Blambangan Umpu, aksi dipolopori PC GP Ansor Way Kanan itu dilakukan di 10 titik, diikuti relawan dari Polres, Kodim 0427, KNPI, Karang Taruna, Saka Wira Kartika, Pokjawan, Pemuda Katholik, BPUN, Gusdurian, GP Ansor, Sekolah Beladiri Karate Indonesia, Radin Djambat Shooting Club, Pemuda Muhammadiyah, alumni BPUN, Banser, Pemuda Peduli Lingkungan Hidup dan ALam, Lembaga Perlindungan Anak, Pramuka SMPN 5 Balambangan Umpu dan Kantor Lingkungan Hidup dan berakhir di Monumen Ryacudu.

    Rencana relawan yang hadir 305, namun ternyata bertambah, menunjukkan animo masyarakat berbuat baik dan bermanfaat cukup tinggi, dari SD Lembasung 20 orang, SMPN 1 Blambangan Umpu 40 orang dan dari SMKN1 Blambangan Umpu 30 orang.

    Adapun sampah berhasil dihimpun disepanjang jalan menuju titik finish sekitar 30 karung 50 kilogram yang selanjutnya diserahkan kepada institusi terkait. Setelah memungut dan memilah sampah, relawan selanjutnya membersihkan rumput-rumput di sekitar Monumen Ryacudu.

Peringatan HPSN juga dilakukan di Kampung Tanjung Serupa, Pakuan Ratu, dikuti 310 relawan dari HIPSI, SMP, SMA, Pondok Pesantren Al-Falakhus Sa'adah, Gusdurian, GP Ansor-Banserdan berakhir di Pondok Pesantren Al-Falakhus Sa'adah.

    Kemudian di Negara Batin, aksi akan dilakukan di Kampung Purwa Negara, diikuti kurang lebih 50 relawan dari Pemuda Muhammadiyah dan PAC GP Ansor Kampung Purwa Negara. Lantas di Baradatu, kegiatan dikuti 150 relawan dari PGRI, Fatayat, IPNU, IPPNU dan IPSI, berkahir di Gedung PCNU.

    Selanjutnya di Way Tuba, pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Bukit Gemuruh, diikuti 100 relawan dari PAC GP Ansor Way Tuba, PMI, Gusdurian, pelajar dan masyarakat.

    Kemudian di Banjit, kegiatan diikuti 250 relawan yang terdiri dari sejumlah pelajar dari Kampung Bali Sadhar Selatan, Bali Sadhar Utara dan Bali Sadhar Tengah, dikoordinir oleh Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah). Dan di Gunung Labuhan, aksi berlangsung di Dusun 1 Pamuka Jaya, Kampung Labuhan Jaya.diikuti 15 orang, berakhir di Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11.

    "Kegiatan semacam ini positif sekali untuk mengedukasi masyarakat. Tadi masyarakat melihat kami mungkin agak aneh, karena kegiatan semacam ini baru pertama kali dilakukan. Tapi kami yakin, pesan membuang sampah pada tempatnya sampai karena masyarakat melihat secara langsung aksi ini," ujar Wakil Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Way Kanan Nurdiantoro, di Blambangan Umpu, Minggu (21/2).

Berikut kami sampaikan PERNYATAAN SIKAP KOMUNITAS WAY KANAN TERGABUNG DALAM AKSI INDONESIA BEBAS SAMPAH 2020

Selain pendidikan, lingkungan hidup yang bersih adalah investasi masa depan untuk anak cucu kita. Sampah adalah masalah bersama. Siapapun kita, bisa berperan aktif dalam mengelola kesadaran nurani untuk menjaga bumi.

Karena itu, kami yang tergabung dalam kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016, Way Kanan Ramik Ragom “Sakai Sambayan (Gotong Royong)” Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020 bersepakat menyatakan sikap:

1. Peranan Pemerintah dalam meningkatkan kebersihan harus ditingkatkan. Kami masyarakat Way Kanan siap bekerjasama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih sehat yang merupakan warisan generasi penerus bangsa. Dukungan dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dikeluarkannya peraturan tegas mengenai larangan membuang sampah sembarangan.

2. Mengimbau Satuan Kerja Perangkat Daerah, Perusahaan, pertokoan, lembaga dan ormas untuk bertanggung jawab mengedukasi individu-individu di dalamnya serta mendorong masyarakat berperan aktif untuk bijak dalam menangani sampah.

3. Mengimbau Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait, untuk bersinergi menciptakan ekonomi kreatif masyarakat melalui pendayagunaan sampah yang baik, sebagai salah satu solusi permasalahan sampah.

4. Mengimbau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan agar menginstruksikan kepada Setiap Lembaga Pendidikan dari tingkat Paud hingga – SMA untuk memiliki Bank Sampah di setiap Sekolah. Dan selanjutnya memberikan ruang partisipasi setiap anak dalam pengelolaan sampah dengan memberikan sosialisasi yang baik dan pelatihan keterampilan pengelolaannya.

5. Peranan pers dalam menyampaikan informasi berperan penting dalam berbagai bidang. Minimnya pemberitaan lingkungan hidup merupakan salah satu bentuk pembutaan informasi. Pers di Waykanan harus menyingsingkan lengan baju, kontinu memberitakan lingkungan hidup guna mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup terjaga bersih karena  merupakanm investasi bagi masa depan generasi bangsa.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat, semoga bisa menjadi kontribusi positif dan partisipatif untuk pembangunan Way Kanan Ramik Ragom.

Way Kanan 21 Februari 2016

Adipati : HPSN Way Kanan Sakai Sambayan Merupakan Gagasan dan Gerakan Cerdas

Bupati Way Kanan Provinsi Lampung Raden Adipati Surya (kanan)
didampingi Ketua PC GP Ansor Gatot Arifianto (kiri)
menjawab pertanyaan wartawan pada peringatan HPSN 2016
Way Kanan, SLO - Bupati Way Kanan Provinsi Lampung Raden Adipati Surya, di Blambangan Umpu, Ahad (21/2) menegaskan, aksi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" merupakan gagasan dan gerakan cerdas.

    "Mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dilakukan pada hari ini adalah hal positif. Jangan ada masalah, sampah banyak, menimbulkan bencana baru kita bergerak," ujar Adipati lagi.

    Pada 21 Februari 2005, gunungan sampah dari TPA Leuwi Gajah longsor menimbun dua perkampungan warga hingga menewaskan ratusan jiwa. Semenjak bencana tersebut, 21 Februari dicetuskan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional, sebagai pengingat kondisi persampahan di Indonesia.

Di Kabupaten Way Kanan aksi Hari Peduli Sampah Nasional atau HPSN berlangsung di beberapa Kecamatan yakni, Blambangan Umpu, Pakuan Ratu, Negara Batin, Way Tuba, dan Gunung Labuhan.

"Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap kegiatan cerdas ini dilakukan kontinu, sebulan sekali, di minggu ke berapa bisa berkumpul dan bergotong royong bersama agar daerah kita menjadi bersih. Dan tentunya bisa dilakukan diseluruh kecamatan yang ada. Pemerintah tentu bisa memfasilitasi kegiatan positif semacam ini," ujar Adipati yang selanjutnya membacakan Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020.

 Sebagai upaya menjaga lingkungan, demi generasi mendatang yang lebih baik. Masyarakat Indonesia bertekad mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020.

Friday, February 19, 2016

Kapolres Way Kanan : Persoalan Sampah Adalah Persoalan Bersama

Kapolres Way Kanan Provinsi Lampung AKBP Harseno
mendukung gerakan Way Kanan Sakai Sambayan (gotong royong)
Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020
 Way Kanan, SLO  - Manusia selain sebagai mahkluk utama dikaruniai akal dan pikiran, juga merupakan 'mesin' penghasil sampah, begitulah menurut Lapolres Waykanan. Lalu bagaimana aparatur penegak hukum menilai hal tersebut? Kapolres Way Kanan Provinsi Lampung Akun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harseno menegaskan, menjadi manusia bermanfaat adalah pilihan.

     "Selama di bumi ada manusia, selama itu pula akan ada sampah. Tantangannya adalah, bagaimana membuat sampah mempunyai nilai ekonomi daripada membuatnya mencemari bumi, dan itu merupakan hal mulia. Itulah salah satu jalan dan pilihan menjadi manusia bermanfaat," kata Kapolres di Blambangan Umpu, Jumat (19/2).

     Ia mencontohkan, sisa makanan seperti kulit kacang yang merupakan sampah organik bisa diolah menjadi sampah untuk pupuk. "Termasuk batang pisang dicacah kemudian dicampur kotoran sapi dan pengurai, maka akan menjadi pupuk organik. Kakak saya di Jawa melakukan hal tersebut," ujar Kapolres didampingi Kapolsek Blambangan Umpu AKP Suwandhi.

      "Persoalan sampah adalah persoalan bersama. Polres ambil bagian dalam aksi itu, sejumlah polisi wanita atau Polwan, anggota dari Sabhara dan Satlantas akan ikut serta, berjalan kaki dari gedung pemuda menuju Monumen Ryacudu dipimpin Kasat Binmas," ujar Kapolres lagi.

     Sekitar 25 komunitas dengan kurang lebih 1.000 relawan dikolaboratori PC GP Ansor Way Kanan akan terlibat aktif memungut dan memilah sampah ditemukan di jalan kemudian dikumpulkan dalam kantung sesuai jenisnya dengan berjalan kaki atau bersepeda menuju Monumen Ryacudu.

     Aksi itu merupakan gerakan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016. Diikuti sejumlah komunitas di 31 provinsi. Di Way Kanan, kegiatan tersebut bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020".

Wednesday, February 17, 2016

Melalui Pendidikan Ansor Bertekad Wujudkan Way Kanan "Macannya Lampung"

Nota Kesepahaman Motivasi dan Pengembangan Sumber Daya Siswa
Ansor dan SMAN 1 Blambangan Umpu
Waykanan, SLO – Kepala Sekolah SMAN 1 Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung Seven Sari menilai Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di daerah tersebut peduli dengan pendidikan, kebutuhan manusia yang berkait erat dengan kemajuan suatu daerah, bahkan bangsa.

“Ansor ‘care’ dengan pendidikan. Hal itu dibuktikan dengan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau BPUN. Dan ‘basic’ Ansor ini jelas, karena BPUN pelaksanaannya digelar di pondok pesantren. Maka tentu para peserta akan menerima bekal keagamaan yang baik,” ujar Seven Sari di Blambangan Umpu, Rabu (17/2).

Seven mendukung upaya Ansor dan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU/Nota Kesepahaman) ‘Motivasi dan Pengembangan Sumber Daya Siswa’. Penandatangan itu bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 sekolah tersebut sekaligus peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2015).

Penjabat Bupati Way Kanan Albar Hasan Tanjung selalu mengharapkan agar daerah bermotto “Ramik Ragom” (beragam) tersebut bisa menjadi “Macannya Lampung”.

“Terima kasih, semoga jalinan kebersamaan yang sudah kita bangun akan dapat memperkokoh hati dan jiwa kita untuk selalu berbuat yang terbaik dengan ikhlas dan tulus terhadap sesama anak bangsa ini. Semoga Ansor terus berkarya selagi nafas dikandung badan, salah satunya melalui program Yayasan Mata Air, BPUN,” ujar Mantan Dandim Lampung Barat yang hari ini purna tugas digantikan Bupati Raden Adipati Surya dan Wakil Bupati Edward Anthony.

Manajer BPUN setempat Gatot Arifianto menilai “Macannya Lampung” merupakan idiom yang memotivasi. Dalam konteks positif, macan berarti sesuatu yang disegani, memiliki keberanian.

“Masyarakat Cirebon juga mempunyai filosofi positif sendiri mengenai macan. Macan dalam konteks positif bisa berarti ketangguhan. Harapan baik Pj Bupati Albar Hasan Tanjung tentu akan menjadi cambuk untuk kami senantiasa bergerak. Pendidikan kami lakukan bagi pelajar kurang mampu namun berprestasi melalui BPUN tentu merupakan salah satu pintu menuju ‘Macannya Lampung’,” ujar Gatot.

Pelaksanaan BPUN akan digelar di dua tempat, Gedung PCNU Way Kanan jalan Lintas Sumatera Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu dan di Pondok Pesantren Darul Hikmah Jl. Pramuka Taman Asri Baradatu, mulai 23 April hingga 25 Mei 2016.

Bagi siswa berprestasi rangking 1-10 bisa mendaftar online melalui http://mataair.or.id/program/pendaftaran-bpun-2016/. Bimbingan intensif selama satu bulan penuh hanya dikenai mahar 20 kilogram beras setiap satu peserta dan tidak boleh ditukar uang.

“BPUN bukan program mencari uang, tapi program untuk membantu generasi bangsa untuk berpendidikan lebih tinggi. Dan itu partisipasi kami dalam membangun daerah. Jika tahun lalu ada lima peserta BPUN masuk Perguruan Tinggi Negeri, kami berharap tahun ini semakin meningkat,”  pungkas Ketua PC GP Ansor Way Kanan itu. pungkas Ketua PC GP Ansor Way Kanan itu.

IPPNU Waykanan : Perilaku Masyarakat Membuang Sampah Sembarang Masih Buruk

Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)Way Kanan Provinsi Lampung, Fitri Maghfiroh
Waykanan, SLO - "Makan permen misalnya, bungkusnya jangan dibuang sembarangan, simpan saja dulu di saku atau di tas. Kesadaran setiap individu akan sampah berpengaruh bagi terciptanya lingkungan bersih," hal itu disampaikan oleh Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Waykanan Provinsi Lampung, Fitri Maghfiroh, di Blambangan Umpu, Kamis (18/2).

    Ia juga menyatakan,  Perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan sampah yang baik agar lingkungan tetap terjaga.

    Pelajar STAI Al Ma'arif Baradatu itu menilai, perilaku membuang sampah sembarang bagi masyarakat daerah itu masih buruk. "Belum ada kesadaran, misalnya membuang puntung rokok masih sembarangan," kata dia lagi.

    Untuk lebih baik, ujar Maghfiroh melanjutkan, perlu sarana dan prasarana. Seperti tersedianya tempat sampah di ruang publik supaya lebih mudah membuang sampah.

     Sebanyak 25 komunitas di Waykanan dengan jumlah relawan mencapai kurang lebih 1.000, akan berpartisipasi dalam aksi amal nasional memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada Minggu, 21 Februari 2016 mulai 06.30 hingga selesai.

    Aksi dikolaboratori PC GP Ansor setempat  tersebut bertajuk "Way Kanan Sakai Sambayan (Gotong Royong) Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020".

    Kegiatan berjalan kaki atau bersepeda sembari memungut dan memilah sampah sesuai jenisnya (organik atau anorganik) tersebut dilakukan di beberapa kecamatan, yakni Banjit, Baradatu, Way Tuba, Gunung Labuhan, Pakuan Ratu, Negara Batin dan Blambangan Umpu. Selain komunitas, sejumlah sekolah dan institusi juga sudah diundang untuk meramaikan acara HPSN 2016.

    Untuk di Blambangan Umpu, aksi akan bermuara di Monumen Ryacudu. Lalu di Baradatu di Kantor PCNU. Di Way Tuba berada di Kampung Bukit Gemuruh. Selanjutnya di Negara Batin terpusat di Kampung Purwa Agung. Lantas di Pakuan Ratu berada di Pondok Pesantren Al-Falakhus Sa’adah. Dan di Gunung Labuhan berada di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 11.

    "IPPNU siap terlibat dalam aksi tersebut," tegas Maghfiroh.

Monday, February 15, 2016

Nahdliyin Lampung Utara Memberikan Bantuan Kepada Korban Amuk Massa

Penyerahan Bantuan Warga NU Lampung Utara

Kota Bumi, SLO - Selasa 2 Februari 2016 sekitar pukul 09.30 WIB, 25 unit rumah di Desa Sukadana Udik, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara rusak dan hangus dibakar massa pasca ditemukannya jasad bocah bernama Muhammad Jaya terbungkus dalam karung plastik.

     Berkenaan dengan hal tersebut, warga Nahdlatul Ulama (NU) setempat menyalurkan bantuan kepada korban.

     Ketua PCNU Lampung Utara KH Sonhaji Aziz, mengatakan, bantuan tersebut sebagai rasa solidaritas  dan kepedulian untuk sesama atas musibah yang menimpa para korban kebakaran dan penjarahan.

     "Bantuan tersebut sebagai wujud rasa kebersamaan dan saling bantu antarsesama. Kami hanya menyalurkan bantuan dari masyarakat warga NU," ujarnya di Kota Bumi, Selasa (16/2).

     Menurut Kiai Sonhaji, bantuan yang diberikan berupa pakaian pria, wanita dan anak, beras, mie instan, keperluan keseharian untuk para korban, dan sejumlah uang yang berhasil digalang oleh PC NU, GP Ansor dan Banser, Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah Al Nahdliyyah, dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) setempat.

     "Bantuan tersebut sudah kami serahkan pada Senin 15 Februari 2016 melalui KH Erwinto, Ketua Forum Keluarga Pondok Pesantren Lampung Utara dan diterima langsung Camat Bunga Mayang Amir Faisal dan disaksikan Kepala Badan Kesbangpol Firmansyah. Semoga pelaku pembunuhan dan pembakaran dihukum setimpal. Kami juga berdoa semoga almarhum Muhammad Jaya ditempatkan disisiNya," ujar Sekretaris PC GP Ansor Lampung Utara Hidrikal Mukrom.

Menjelang Purna PJ Bupati Way Kanan Kunjungi Penderita Tumor

 Way Kanan, SLO - Penjabat Bupati Way Kanan Lampung Albar Hasan Tanjung akan mengakhiri tugasnya Rabu 17 Februari 2016 seiring pelantikan Raden Adipati Surya dan Edward Anthony sebagai bupati dan wakil bupati 2016-2021 di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Selatan itu.

     Menjelang purna tugas, Albar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Farida Aryani dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Alimin mengunjungi Tasrini, warga Kampung Penengahan, Kecamatan Negeri Agung yang menderita tumor tulang rahang sehubungan akan menuju Jakarta untuk menjalani operasi.

    "Siapa pun pemimpinya, kalau dia memimpin dengan hati dan melihat warganya seperti Tasrini, semestinya dilanjutkan karena masyarakat itu yang dia pimpin," ujar Albar di Blambangan Umpu, Selasa (16/2).
 
    Mantan Dandim Lampung Barat itu memastikan keberangkatan pengobatan Tasrini dan menjamin semua biaya pengobatan serta mobilisasi hingga rumah sakit dituju.

    "Saya mengucapkan terima kasih kepada media yang sudah mengawal dari awal hingga sekarang, kepada Kelompok Kerja Wartawan atau Pokjawan dan juga kepada Pimpinan Cabagng Gerakan Pemuda Ansor yang menggalang dana secara online, juga kepada seluruh masyarakat yang membantu keluarga ini," ucapnya.

    Tasrini menuju Jakarta hari ini. Didampingi keluarganya, ia akan menuju Rumah Sakit Umum Aabdoel Muluk Bandar Lampung untuk mengambil surat rujuk dan kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah sakit yang dituju, di Jakarta.

    "Kita tidak bisa memastikan hingga kapan Tasrini di Jakarta. Setelah operasi, pasien mungkin akan menjalani kemoterapi selama 3 bulan. Nanti kita lihat kondisi pasien untuk tindakan lebih lanjutnya," ujar dokter Farida menambahkan.

    Pada kunjungan itu, Andreas Natalis Sapta Aji dan Dian Firasta dari Pokjawan menyampaikan bantuan dana digalang pihaknya dan GP Ansor setempat selama dua minggu di https://kitabisa.com/tumortulangrahang yang hingga hari ini terhimpun sejumlah Rp7.444.851.

    Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menambahkan, kesembuhan Tasrini bermakna bagi masa depan tiga anaknya, Agus Prastio kelas 1 SMPN Negeri Agung, Titin Indriani kelas IV SDN Panengahan dan yang bungsu Wahyu berusia 2,5 tahun, belum sekolah.

    "Bagaimana mungkin suatu keluarga bisa mencapai ketentraman dan kebahagian jika ibu yang diharapkan dapat menjaga suami dan anak-anaknya, serta dapat mengatur keadaan rumah sehingga menyenangkan, memikat hati seluruh anggota keluarga dalam rumah tangga itu sakit? Peran ibu sebagai sekolah paling utama tentu tidak optimal. Tasrini perlu uluran tangan dermawan," pungkas Gatot.

Comments system

Disqus Shortname