Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Thursday, March 31, 2016

Pemdakab Way Kanan Segera Lakukan Penertiban Perusahaan Waralaba

Illustrasi
Way Kanan - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Way Kanan Lampung akan melakukan penertiban warung waralaba seperti mini market Indomart dan Alfamart atau sejenisnya, karena di khawatirkan dapat mematikan usaha pedagang kecil di wilayah tersebut.

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya di Blambangan Umpu, Kamis (31/3) menegaskan,"Apabila terdapat waralaba yang akan masuk, kita hentikan terlebih dahulu sampai peraturan daerah (Perda)  tentang keberadaan waralaba keluar,hal ini guna mendukung pedagang kecil yang ada di Kabupaten Way Kanan," ujarnya saat ditemui di Lapangan Tembak Kodim 0427 Way Kanan.

“Izin keberadaan waralaba ini wajib diperketat, sebab dapat mematikan usaha pedagang kecil yang ada disekitarnya. Keberadaan warung waralaba seperti mini market Indomart dan Alfamart wajib menjual makan khas daerah sebesar 10%, agar masyarakat mengetahui apa makanan khas Kabupaten Way Kanan,” tambahnya.

Menurut nya, dengan diperketat izin usaha bagi perusahaan waralaba ini, dapat membuka harapan bagi masyarakat kecil yang ingin berjualan di daerah Way Kanan. Apalagi dalam waktu dekat ada gerakan belanja diwarung milik warga.

“Pencanangan belanja di warung milik warga akan segera terwujud. Ini untuk menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat,” katanya.

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Way Kanan ini menjelaskan, bila keberadaan waralaba ingin beroperasi ditengah-tengah masyarakat, terdapat syarat-syarat yang wajib dipenuhi oleh pihak perusahaan. Seperti wajib menjual 10% makanan khas daerah, berjarak jauh dari pasar tradisional, dilarang berdiri atau beroperasi di kampung, serta wajib berjarak 10 kilometer antara satu waralaba dengan waralaba lainnya.

Selanjutnya, demikian Raden Adipati Surya, perusahaan ritel waralaba tidak boleh beroperasi sebelum mengantongi izin. Surat izin itupun bisa keluar, setelah ada rekomendasi dari Pemkab Way Kanan dan tempatnya akan dilakukan survey terlebih dahulu.

“Kita tidak boleh sembarang mengeluarkan izin untuk usaha swasta, walaupun ini berpengaruh kepada PAD Way Kanan. Bila kita tetap memberikan izin untuk beroperasi, sama saja seperti pepatah beli kucing dalam karung,” tegas Adipati.

"Bila ini benar-benar terjadi pedagang kecil dapat hidup kembali serta beroperasi seperti sediakala, pemberhentian dan larangan keberadaan waralaba ini juga dapat melalui warga sekitar, dengan membuat surat pernyataan penolakan atas keberadaan waralaba tersebut. Hal ini tidak terlepas dari peran aktif dan bantuan dari masyarakat maupun aparatur pemerintahan kampung, karena selama ini, bila tidak ada izin dari kepala kampung perusahaan tersebut tidak akan beroperasi di daerah tersebut," pungkasnya.

Wednesday, March 23, 2016

Dinas Porabudpar Ajak Ansor Motivasi Pemuda Way Kanan

Way Kanan - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porabudpar) Kabupaten Way Kanan di Lampung kembali mengajak Gerakan Pemuda Ansor setempat memotivasi 30 pemuda di daerah itu untuk berani berwirausaha.

Kepala Dinas Porabudpar Harun Anosa, di Blambangan Umpu, Rabu (23/3) mengharapkan kegiatan instansinya melahirkan pemuda-pemuda kreatif, mandiri dan tidak takut untuk menjadi wirausaha.

"Sangat tidak ada manfaatnya jadi pemuda kalau hanya bisa gagah-gagahan, naik sepeda motor, buka baju sambil merokok. Lebih baik dan bermanfaat menjadi pemuda yang bisa mandiri, berani berwirausaha. Kita doakan Ketua Pemuda Ansor Gatot Arifianto sehat terus sehingga bisa bekerja sama dengan kami, menjadi pembicara, memotivasi pemuda seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Harun didampingi Sekretaris M Syahri dan Kepala Bidang Pemuda Intan Baiduri.

Gatot diminta menjadi pembicara kewirausahaan pada kegiatan bertajuk "Peningkatan Upaya PertumbuhanKewirausahaan dan Kecakapan Hidup Pemuda Kabupaten Way Kanan Tahun 2016". Namun pendiri kewirausahaan sosial "Halal" (Hijamah/bekam Sambil Beramal) tersebut lebih senang disebut sebagai fasilitator. "Saya kurang nyaman disebut sebagai pembicara. Di sini saya hanya ingin memfasilitasi, diskusi bersama dengan teman-teman mengenai kewirausahaan," ujarnya.

Ansor Way Kanan menurut dia, mempunyai sejumlah kegiatan kewirausahaan, salah satunya Hijamah Sambil Beramal, kemudian Bantuan Madu. "Tadi bicara lima menit dengan salah satu staf dan langsung membeli madu seharga Rp200 ribu. Harga sebenarnya Rp100 ribu, kami jual Rp200 ribu, nah Rp100 ribu itu digunakan untuk membantu pelaksanaan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau BPUN selama satu bulan. 60 pelajar kurang mampu namun berprestasi kami fasilitasi agar bisa masuk perguruan tinggi negeri dengan mudah dan murah," kata penggiat Gusdurian Lampung itu.

Ia melanjutkan, madu tersebut merupakan hasil peternakan kader Ansor. "Saya tidak beternak lebah, tidak perlu modal juga untuk membeli madu. Modalnya hanya kepercayaan dan strategi, dan Alhamdulillah dapat hasil," kata dia.

Alumni Susbanpim II PP GP Ansor itu mengajak peserta mengisi kuisioner mengenai kewirausahaan, hambatan hingga cara memasarkan. "Saya percaya, masukan banyak orang akan bermanfaat dan kuat dibanding dengan satu orang. Dan terbukti, teman-teman tadi sedikit banyak paham mengenai wirausaha, langkah-langkah dalam berwirausaha. Dan yang menjadi hambatan ditulis rata-rata adalah modal. Bantuan Madu yang saya contohkan tadi menampik jika harus mendapat uang harus dengan uang," paparnya.

Sejumlah video mengenai wirausaha kreatif ditampilkan, seperti botol plastik bekas dan bonggol jagung yang diubah menjadi lampu hias. Termasuk video-video lucu sebagai hiburan peserta.

"Jangan dilihat lucunya saja, tapi bagaimana idenya. Walt Disney pembuat kartun Micky Mouse mengajarkan sesuatu yang sederhana: Ingatlah, semua ini berawal dari seekor tikus, tanpa inspirasi kita akan binasa. Wirausaha juga butuh inspirasi, kreativitas, inovasi dan jaringan. Tapi jangan lupa, wirausaha yang bagus yang dilakukan, bukan yang ditanyakan terus seperti kata Bob Sadino," kata dia.

Dalam skala penilaian 5 sangat memuaskan, 4 memuaskan, 3 baik sekali, 2 baik dan 1 cukup yang disediakan panitia untuk menilai Gatot meliputi pemberian motivasi, pencapaian tujuan kegiatan, penguasaan materi, penggunaan metode dan pemanfaatan media serta cara penyampaian materi, 80 persen peserta memberikan penilaian antara 3 hingga 5.

Friday, March 11, 2016

Edward Sirait : IPOSebagai Langkah Positif Pendukung Ekspansi Bisnis


.

Batam - Lion Air Group menyatakan bahwa perusahaan tertarik untuk melakukan penawaran publik perdana atau Initial Public Offering ( IPO)

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan IPO dipandang sebagai langkah positif untuk mendukung ekspansi bisnis.

"Tapi saat ini belum perlu. IPO seperti melamar gadis. Banyak yang harus dipersiapkan. Dan saat ini Lion belum mendesak membutuhkan dana," ujarnya di Batam, Jumat (11/3).

Selama ini, demikian Edward pembelian pesawat dan peralatan di Lion banyak menggunakan dana perbankan. Misal dengan sistem cicil, sewa dan sebagainya.

"Salah satu bank yang memberikan pinjaman misal bank Exim dari AS," kata Edward.

Menurut dia, mereka mendapatkan kredit ekspor yang berbeda skemanya dengan skema kredit komersial. Sebab untuk kredit ekspor dibiayai negara pengekspor. Sehingga jadi win-win solution buat Lion.

Sumber kompas.com . Foto . ist

Bank Mandiri Sediakan Kartu Debit Co-Branding Bagi Alumni UNS Solo

Jakarta -  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bekerjasama dalam menyediakan layanan kartu debit co-branding bagi alumni, kartu mahasiswa dan kartu pegawai di lingkungan UNS.

Penandatanganan MoU kerjasama dilakukan oleh Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Ravik Karsidi dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto,  Jumat (11/3).

Menurut Sulaiman, sinergi kartu co-branding ini diharapkan dapat memberikan kelancaran dan kemudahan bagi civitas akademika UNS dalam melakukan transaksi perbankan.

Seperti yang dilansir Kompas.com, sebagai tahap awal  Bank Mandiri akan menyediakan 7.000 kartu debit co-branding.

Selain menyediakan kartu debit co-branding, Bank Mandiri juga bersinergi untuk meningkatkan fasilitas dan prasarana pendidikan bagi mahasiswa UNS.

Dalam kerjasama ini, Bank Mandiri akan memberikan hibah bantuan kendaraan operasional untuk mendukung kelancaran operasional UNS serta sarana pemeliharaan lingkungan kampus dalam rangka menciptakan green campus.

“Kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi favorit ini merupakan implementasi komitmen kami dalam menciptakan generasi muda unggul,” ungkap Sulaiman.

Dukungan perseroan untuk menciptakan generasi muda unggul juga telah direalisasikan melalui kegiatan Wirausaha Muda Mandiri.

Program ini untuk memotivasi para mahasiswa dan alumni dalam berwirausaha.

Friday, March 04, 2016

Bank Dunia : Ekonomi Global Masih Lemah dan Rentan



Jakarta, SLO - Bank Dunia mengingatkan kondisi ekonomi global saat ini masih lemah dan rentan sehingga berpotensi semakin volatil atau kurang stabil.

"Satu-satunya mesin pertumbuhan ekonomi global adalah ekonomi AS, sedangkan Eropa masih berjuang untuk memulihkan diri dan sekarang menghadapi risiko penurunan tambahan karena munculnya brexit dan krisis pengungsi yang masih berlanjut," kata Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/3).

Seperti yang dilansir republika.co.id, Sabtu (5/3). Brexit adalah wacana keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Selain itu, ujar dia, Jepang juga masih berlanjut dengan pertumbuhannya yang lemah, antara lain karena dilonggarkan kebijakan moneter mereka dan penerapan suku bunga negatif. Begitu pula halnya dengan kondisi negara-negara berkembang yang selama dekade terakhir menjadi mesin pertumbuhan global, pada saat ini masih menunjukkan kinerja yang tidak optimal.

"Brasil dan Rusia sedang resesi dan pertumbuhan Cina melambat. Perdagangan global tidak beranjak naik dan pertumbuhan produktivitas tetap lemah," kata mantan Menteri Keuangan RI itu.

Permasalahan kedua yang harus dihadapi, kata dia, adalah harga komoditas yang akan tetap rendah karena pasokan minyak tetap tinggi dan permintaan akan komoditas tersebut diperkirakan tidak bakal meningkat dengan segera. Hal tersebut mengakibatkan persoalan, seperti 30 persen warga miskin dunia yang hidup di negara-negara pengekspor minyak dunia akan terkena dampak, karena anggaran negara-negara tersebut menurun dan berpotensi memotong pengeluaran pos kesejahteraan sosial dan pos anggaran lainnya yang dinilai pro-kaum miskin.

Ditengah Membaiknya Perekonomian Indonesia, BNI Syariah Tetap Fokus Kedalam Negeri

Jakarta Selatan, SLO - Di tengah membaiknya perekonomian Indonesia, BNI Syariah tetap fokus ke dalam negeri untuk menjalankan bisnisnya.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono di sela-sela pergelaran Keuangan Syariah Fair (KSF) 2016 di Gandaria City, Jakarta Selatan, pada Jumat (4/3).  KSF 2016 berlangsung sejak 3-6 Maret 2016.

Seperti yang dilansir kompas.com salah satu program andalan BNI Syariah adalah percepatan migrasi dana pelaksanaan ibadah haji yang disimpan di perbankan konvensional yakni BNI ke perbankan syariah. Program ini merupakan realisasi kebijakan pemerintah pada 2015 mengenai pengelolaan dana haji.

Catatan menunjukkan, demikian Imam melanjutkan, sepanjang 2015 BNI Syariah sudah menerima limpahan dana haji dari BNI sebesar Rp 106 miliar atau setara dengan 19.738 number of account (NOA). "Ada potensi dana haji Rp 700 miliar di BNI dengan nasabah sekitar 136.000 jamaah," kata Imam.

Sementara itu, masih terkait potensi di dalam negeri, BNI Syariah menyasar kredit konsumsi utamanya kredit pemilikan rumah (KPR). Porsi KPR di BNI Syariah masih di atas 50 persen.

Selanjutnya, BNI Syariah juga akan membidik pembiayaan usaha kecil menengah (UKM) di kisaran Rp 1 miliar sampai dengan Rp 15 miliar. Ada juga pembiayaan terseleksi (selected commercial) di kisaran hingga Rp 200 miliar.

Program lain yang juga menjadi target-target BNI Syariah hingga 2016 usai adalah penerbitan Kartu Migran Hasanah, Laku Pandai, dan Tap Cash Hasanah. Khusus Tap Cash Hasanah, kata Imam, pihaknya menyasar pembayaran di jalan berbayar dan angkutan umum massal Transjakarta.

Saturday, February 27, 2016

Jumhur Hidayat: Agar Negara Aman, Maka Pekerja Harus Sejahtera

Pekan Baru, SLO - Tokoh gerakan rakyat Mohammad Jumhur Hidayat bersuara keras dari Bumi Melayu Riau. Saat HUT ke-43 Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-KSPSI), dia berorasi di depan ribuan anggota DPD dan 13 DPC kabupaten/ kota se-Riau di Hotel Ratu Mayang, Pekanbaru, Sabtu (27/2).

"Jangan anggap enteng gerakan kaum buruh! Kita berorganisasi juga untuk tentukan arah bangsa. Karena itu penting untuk analisa perkembangan ekonomi politik kita, untuk perjuangkan kesejahteraan pekerja atau buruh Indonesia!" ujar Jumhur Hidayat dalam orasi sambutan Wakil Ketua Umum DPP KSPSI.

Data terkini, KSPSI adalah konfederasi terbesar di Indonesia beranggota 3 juta di 34 provinsi dan 463 kabupaten/ kota.

Dia menilai, tingkat ketimpangan membahayakan, dan pemerintah katakan di angka 0,5  yang artinya berpotensi huru hara. Salah satu penyebabnya, banyak pekerja tidak dapatkan pendapatan yang cukup untuk hidupi keluarga

"Agar negara aman, maka pekerja harus sejahtera. Bunga tinggi bank di Indonesia seperti rentenir merugikan, karena keuntungan banyak diambil bank, bukan perusahaan peminjam modal. Kita harus juga perjuangkan agar bunga bank turun, sehingga pengusaha berikan kesejahteraan pekerja. Itu yang dinamakan berjuang dengan cerdas," saran aktivis 80-an tersebut.

Terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), demikian Jumhur, Pemerintah Indonesia gagal secara politik karena bidang pekerjaan yang bebas lintas negara adalah yang Indonesia mengalami kekurangan sehingga akan diisi pekerja asing, sementara yang kelebihan tak masuk perjanjian.

"Kalau dialog tak bisa, harus sedikit teriak-teriak agar mudah-mudahan didengar. SPTI jaya pekerja sejahtera, Indonesia bergelora!" seru Jumhur Hidayat.

Turut hadir di acara antara lain Surya Batubara (Ketua Umum FSPTI), Asisten II Gubernur Riau, Wali Kota Pekanbaru, Ketua Apindo Riau dan tokoh lainnya.

Comments system

Disqus Shortname